Warga Tiongkok yang curi listrik di Ketapang tetap berstatus tersangka

1 week ago 5
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta (ANTARA) - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menyatakan warga negara asing (WNA) asal Tiongkok Liu Xiaodong tetap berstatus tersangka dalam kasus pencurian listrik dan menggunakan bahan peledak penggalian tambang di Ketapang, Kalimantan Barat.

"Mengabulkan permohonan pemohon untuk mencabut perkara dan memerintahkan kepada Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Selatan agar mencoret perkara tersebut dalam register yang diperuntukkan untuk itu," kata Hakim Tunggal Lukman Akhmad melalui Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) di Jakarta, Selasa.

Hakim menjelaskan Liu menjalani dua sidang praperadilan dengan hasil praperadilan ditolak terkait penetapan tersangka dan satu lainnya dikabulkan terkait penahanan.

Maka itu, Hakim mencabut perkara praperadilan terkait Bareskrim Polri menahan tersangka Liu Xiaodong. Namun, tersangka Liu Xiaodong melanggar Pasal 306 KUHP baru pengganti UU Darurat No.12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Sebelumnya, penyidik Bareskrim Polri menetapkan Liu Xiaodong sebagai tersangka terkait dugaan tindak pidana pencurian listrik dan bahan peledak sebagaimana dimaksud pada Pasal 306 di KUHP yang baru.

Dia diduga menggunakan bahan peledak milik PT. Sultan Rafli Mandiri secara tidak sah. Pada putusan praperadilan, hakim PN Jakarta Selatan, telah menolak permohonan praperadilan Liu Xiaodong terkait penetapan tersangka pada Selasa (13/1).

Baca juga: Polri tetapkan satu tersangka dalam kasus tambang ilegal di Kalteng

Hakim dalam pertimbangan perkara tersebut tidak "ne bis in idem", menyatakan Bareskrim Polri telah menetapkan tersangka terhadap Liu Xiaodong sudah sah berdasarkan dua alat bukti yang sah secara hukum.

Selain itu, penyitaan alat bukti juga sudah sesuai dengan prosedur hukum. "Mengadili karena eksepsi, menyatakan bahwa eksepsi pemohon tidak diterima. Gelar pokok perkara menolak praperadilan yang diajukan pemohon secara keseluruhan dan menghukum pemohon biaya perkara sebesar nihil," kata Hakim Tunggal Tuty Suryani.

Sementara itu, Kuasa Hukum PT Sultan Rafli Mandiri Wawan Ardianto mengatakan pihaknya sempat kecewa dengan pihak Liu Xiaodong yang berusaha mengulur waktu dengan mengajukan praperadilan agar masa tahanan segera habis.

"Apa yang dilakukan Liu Xiaodong tidak murni untuk melakukan pembelaan dirinya, secara hukum. Tapi mengajukan dua kali praperadilan kasus yang sama terkesan menghalangi, supaya lepas habis masa tahanannya," katanya.

Liu Xiaodong diduga otak pelaku pencurian emas milik PT Sultan Rafli Mandiri menggunakan bahan peledak lebih dari 30 ton milik PT. SRM untuk menambah panjang terowongan dalam kegiatan tambang ilegal.

Bahan peledak sebelumnya berada di gudang handak lalu dibawa ke dalam terowongan tambang atau tunnel PT. SRM.

Baca juga: Bareskrim Polri ungkap tengah sidik kasus tambang ilegal di Kalteng

Kegiatan tersebut dibuktikan dengan lonjakan arus listrik sebanyak empat kali lipat dari tagihan sebelumnya Rp100 juta menjadi Rp400 juta ketika site PT. SRM dikuasai tersangka sejak Juli hingga awal Desember 2023.

Kegiatan tambang ilegal juga dibuktikan antara lain dengan hilangnya tumpukan batuan ore emas yang sebelumnya disita Bareskrim Polri.

Dugaan tindak pidana tersebut telah didalami oleh Bareskrim hingga akhirnya kasusnya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Ketapang.

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article