Jakarta (ANTARA) - Komisi Nasional Perlindungan Anak melakukan mediasi lanjutan terkait dugaan perundungan (bullying) dan pelecehan verbal terhadap seorang siswa di SMP Negeri Jakarta Timur (Jaktim) digelar Rabu (28/1) pukul 15.00 WIB.
"Besok itu pukul 15.00 WIB pertemuan mediasi yang kedua. Yang ini baru bisa disebut mediasi karena melibatkan semua pihak dan bisa dipertanggungjawabkan," kata Wakil Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Hagistio Pradika di Jakarta Timur, Selasa.
Hagistio menyebutkan, mediasi ini menjadi pertemuan kedua yang secara resmi mempertemukan seluruh pihak terkait, mulai dari keluarga korban dan terduga pelaku hingga pihak sekolah.
Sebelumnya, mediasi pertama digelar di tempat kejadian perkara (TKP) pada Kamis (22/1) belum membuahkan hasil.
Pertemuan tersebut masih diwarnai perdebatan sehingga belum ditemukan titik temu ataupun solusi bagi korban. "Mediasi pertama kemarin cukup alot dan belum ada titik terang. Karena itu akan dilanjutkan besok," ujar Hagistio.
Baca juga: Influencer H bakal laporkan dugaan "bullying" dan pelecehan anaknya
Dalam mediasi lanjutan ini, Komnas PA juga akan ada pendampingan dari aparat Kepolisian.
Polres Metro Jakarta Timur dijadwalkan hadir melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) guna memastikan proses berjalan aman dan objektif. "Besok juga ada pendampingan dari Polres Jakarta Timur, dari unit PPA," ungkapnya.
Selain membahas penyelesaian kasus, mediasi juga akan menyoroti kondisi psikologis korban yang hingga kini masih mengalami trauma. "Untuk kondisi korban, kemarin itu sempat beberapa hari nangis ya dan traumanya itu masih ada," katanya.
Hagistio menyeb6ut, korban sempat mengalami tekanan emosional berat dan menangis selama beberapa hari. "Trauma pada korban masih ada dan ini menjadi perhatian utama kami dalam proses mediasi," ujarnya.
Terkait identitas dan latar belakang terduga pelaku, Hagistio menegaskan, pihaknya masih menunggu klarifikasi resmi.
Baca juga: Anak influencer diduga korban bullying dan pelecehan alami trauma
Komnas PA berencana melayangkan surat pemanggilan kepada terduga pelaku dan pihak sekolah untuk pendalaman lebih lanjut.
"Semua masih akan kami dalami. Fokus besok adalah mediasi agar ada solusi yang adil dan berpihak pada kepentingan terbaik anak," tegas Hagistio.
Komnas PA memastikan akan terus mengawal proses mediasi dan meminta semua pihak mengedepankan perlindungan anak serta pemulihan korban dalam setiap keputusan yang diambil.
Sebelumnya, Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur (Jaktim) masih mendalami kasus dugaan perundungan (bullying) dan pelecehan seksual yang dialami seorang siswa di SMP Negeri di Jakarta Timur.
"Saat ini terkait kasus tersebut masih kami lakukan pendalaman," kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur (Jaktim) II, Horale di Jakarta Timur, Senin (26/1).
Baca juga: Anak influencer diduga jadi korban "bullying" dan pelecehan seksual
Hingga kini, penanganan kasus tersebut belum mengarah pada kesimpulan akhir. Menurut Horale, pihaknya memprioritaskan proses pemulihan kondisi psikologis siswa yang terdampak.
Pihak sekolah juga telah memanggil orangtua korban dan terduga pelaku untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Anak perempuan dari pemengaruh (influencer) H, yakni C yang diduga menjadi korban perundungan (bullying) dan pelecehan seksual. Kasus ini bermula ketika salah satu teman anaknya berinisial R diduga mengajak C menyambut tahun baru.
Selain dugaan pelecehan seksual, H juga mengungkapkan bahwa anaknya mengalami perundungan verbal sejak Februari 2025 yang semakin intens terjadi pada November 2025.
C masih mengalami trauma dan adanya perubahan sikap yang mulai terlihat sejak beberapa pekan terakhir. H menduga kondisi tersebut terjadi setelah anaknya mengetahui adanya rencana pembiusan oleh teman sekolahnya.
Selain itu, H melihat anaknya hampir setiap malam merasa gelisah. Bahkan, ketika H menjemput pun, C seperti merasa ketakutan.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5393079/original/037107700_1761541197-Real_Madrid_s_Kylian_Mbappe__left__fights_for_the_ball_with_Barcelona_s_Ronald_Araujo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5444452/original/057575400_1765779473-IMG-20251215-WA0021.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436298/original/076043900_1765168151-hl.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434900/original/054855300_1764995701-dr._sri_eliyani_SpDVE__elia_skin_care_clinic_.png)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4648323/original/013706700_1699957319-Screenshot_2023-11-14_165748.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442079/original/028336100_1765526270-WhatsApp_Image_2025-12-07_at_14.28.16.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404979/original/049985200_1762420817-IMG-20251106-WA0019.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442114/original/016339100_1765528069-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5441214/original/042739400_1765459543-20251211_101707.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4771906/original/063595200_1710390647-red-peppers-plate-flat-lay-white-textile-wall.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5444958/original/042244800_1765793810-polo_air.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4732017/original/005456000_1706775183-000_347D8B7.jpg)
English (US) ·