Ancaman 'Zombi' di Tanah Suci: Saat Jemaah Haji 2026 Berangkat Tanpa Kesiapan Fisik

1 month ago 20
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Di balik kekhidmatan ibadah Haji, ada ancaman kesehatan serius yang sering luput dari perhatian. Banyak jemaah berangkat dalam kondisi tidak fit. Ketua Umum Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (PERDOKHI), Dr. dr. Syarief Hasan Lutfie, SpKFR, MARS, AIFO-K, mengatakan, jangan sampai kondisi tidak mengenakkan ini malah memunculkan fenomena 'zombi' di Tanah Suci.

Bagaimana juga, kata Syarief, Haji dan Umrah adalah ibadah fisik yang menuntut stamina kuat. "Kita jangan sampai membawa 'zombi-zombi' ke Arab Saudi. Artinya, jemaah yang tidak fit, tidak siap secara fisik, lalu sampai di sana langsung sakit atau bahkan meninggal," ujarnya dalam sebuah acara belum lama ini.

Fenomena ini selaras dengan tingginya angka kesakitan dan kematian jemaah Indonesia yang beberapa tahun terakhir menjadi perhatian serius pemerintah Arab Saudi.

Data Kementerian Agama per Juni 2025 mencatat bahwa setiap tahun terdapat jutaan jemaah haji dan umrah. Pada musim haji 2025, lebih dari 22 persen jemaah haji (sekitar 44 ribu orang) termasuk kategori lanjut usia.

Jemaah Haji dengan Komorbid

Mayoritas dari mereka juga memiliki riwayat penyakit komorbid, dan tahun ini terjadi peningkatan jumlah jemaah yang membawa sepuluh komorbid terbanyak. Kelompok ini merupakan kelompok paling rentan.

"Di hotel pun banyak yang meninggal, bukan karena aktivitas, tapi karena penyakit yang dibawa dari Tanah Air," tambahnya.

Selain Haji, arus Umrah juga terus membludak. Indonesia mengirimkan sekitar 3 juta jemaah Umrah per tahun, atau 150.000–200.000 orang setiap bulan.

Aktivitas yang berlangsung tanpa henti ini meningkatkan risiko penyebaran penyakit infeksi, mengingat jutaan orang dari ratusan negara berkumpul di satu tempat yang sama.

"Banyak sekali infeksi penularan karena begitu banyak orang berkumpul dan membawa virus dari berbagai negara," ujarnya.

Pemeriksaan Calon Jemaah Haji Harus Benar

Faktor lingkungan turut memperberat risiko. Suhu tinggi, kelembapan ekstrem, kontak erat, polusi udara, hingga kelelahan fisik membuat potensi penularan penyakit semakin besar, termasuk penyakit meningokokus invasif.

"Risiko semakin tinggi karena terdapat jutaan jemaah dari ratusan negara… termasuk dari wilayah sub-Sahara Afrika yang termasuk kawasan meningitis belt," ujar Syarief.

Kondisi tersebut membuat pemerintah Arab Saudi sempat mengeluarkan teguran diplomatik kepada Indonesia karena banyaknya jemaah yang terbang tanpa memenuhi istiṭho’ah kesehatan, yaitu kemampuan fisik untuk menjalankan ibadah.

"Pemeriksaannya harus benar, jangan sampai dokter mengisi asal-asalan lalu jemaah berangkat dalam kondisi kurang fit," tambahnya.

Selain penyakit bawaan, kelelahan ekstrem menjadi risiko lain yang sering terjadi. Banyak jemaah langsung melakukan aktivitas berat setelah perjalanan panjang hampir 10 jam.

Jalan kaki enam hingga delapan kilometer per hari adalah hal biasa selama musim haji. Tanpa kondisi fisik yang prima, risiko dehidrasi, kolaps, hingga kematian meningkat.

Vaksin Meningitis Konjugat untuk Calon Jemaah Haji

Untuk mencegah risiko wabah meningitis, vaksinasi menjadi langkah yang wajib dipenuhi jemaah. Vaksin meningitis konjugat wajib diberikan paling lambat 10 hari sebelum keberangkatan di fasilitas kesehatan yang berwenang menerbitkan e-ICV (Electronic–International Certificate of Vaccination).

"Vaksin meningitis konjugat diwajibkan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi untuk mencegah penularan, kematian, hingga KLB penyakit meningokokus invasif. Manfaat vaksinasi meningitis terbukti berhasil menekan angka kejadian pada musim haji dan umrah 2001," lanjutnya.

Di kesempatan yang sama, Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), dr. Suzy Maria, Sp.PD-KAI. MSc., menjelaskan, penyakit yang dikenal dengan nama invasive meningococcal disease (IMD) ini disebabkan infeksi bakteri Neisseriae meningitidis.

"Penularannya bisa melalui droplet saat batuk atau bersin, kontak erat dengan orang yang terinfeksi," katanya.

Lebih lanjut, Suzy mengingatkan bahwa penyakit ini berbahaya karena dapat menyebabkan kematian kurang dari 24 jam.

"Bila seseorang sembuh pun masih terdapat gejala sisa seperti kehilangan pendengaran, kejang, dan amputasi," katanya.

Read Entire Article