Liputan6.com, Jakarta - Bercermin dari kasus anak SD gantung diri di Nusa Tenggara Timur (NTT), masyarakat kembali diingatkan bahwa tindakan bunuh diri pada anak tidak pernah berdiri pada satu penyebab tunggal. Berbagai faktor dapat berperan, termasuk tekanan ekonomi yang kerap luput disadari.
Belakangan, media sosial ramai menyoroti kasus bocah SD di NTT gantung diri, diduga karena kecewa tidak dibelikan pulpen dan buku tulis untuk sekolah. Namun, di balik peristiwa tersebut, terdapat beban psikologis yang jauh lebih kompleks.
Dokter spesialis kedokteran jiwa, Lahargo Kembaren, menjelaskan bahwa faktor ekonomi memiliki peran besar dalam memberikan tekanan sistemik terhadap kesehatan mental anak.
"Masalah ekonomi sangat berpengaruh secara tidak langsung namun mendalam," kata Lahargo dalam keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com pada Rabu, 4 Februari 2026.
Menurutnya, keterkaitan faktor ekonomi dengan kondisi mental anak dapat muncul dalam berbagai bentuk, antara lain:
- Anak menyerap stres orang tua, meski tidak selalu memahami sumbernya
- Anak merasa dirinya menjadi penyebab kesulitan keluarga
- Muncul rasa bersalah dan tanggung jawab semu yang tidak sesuai usianya
Secara sistemik, Lahargo menegaskan bahwa kasus anak SD gantung diri bukan semata kegagalan individu atau keluarga. Ada persoalan struktural yang turut berperan, seperti:
- Minimnya layanan kesehatan jiwa anak yang mudah diaksesRendahnya literasi kesehatan mental di masyarakat
- Lemahnya sistem deteksi dini di sekolah dan komunitas
"Ketika anak memikul beban orang dewasa, itu tanda sistem belum cukup memeluk," ujarnya.
Faktor Risiko Bunuh Diri pada Anak
Lebih lanjut, Lahargo memaparkan sejumlah faktor risiko utama bunuh diri pada anak usia sekolah dasar. Berdasarkan kajian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan laporan tren nasional Kementerian Kesehatan, faktor-faktor tersebut meliputi:
Faktor individu:
- Depresi, kecemasan berat
- Kesulitan regulasi emosi
- Perasaan bersalah berlebihan, merasa menjadi beban.
Faktor keluarga:
- Tekanan ekonomi kronis
- Konflik keluarga, kekerasan verbal/fisik
- Orangtua mengalami stres berat atau gangguan mental.
Faktor lingkungan:
- Perundungan (bullying)
- Isolasi sosial
- Paparan konten bunuh diri di media/digital tanpa pendampingan.
Memahami Konsep Bunuh Diri pada Anak
Timbul tanya, ketika anak berpikir untuk bunuh diri, apakah mereka benar-benar ingin meninggal?
"Anak tidak sedang ingin mati, dia sedang tidak tahu bagaimana caranya hidup dengan beban yang terlalu berat," kata Lahargo.
Terkait pemahaman anak terhadap kematian, Lahargo menyebut bahwa anak usia sekitar 9 s.d 10 tahun memang sudah mulai memahami kematian sebagai sesuatu yang permanen.
"Namun, pemahaman itu belum matang secara emosional dan kognitif," ujarnya.
Dari sudut pandang kesehatan jiwa, anak belum mampu menimbang konsekuensi jangka panjang. Cara berpikir mereka masih konkret dan hitam-putih.
Saat berada dalam tekanan berat, anak bisa sampai pada kesimpulan ekstrem, seperti 'Kalau aku tidak ada, masalah akan selesai'.
WHO juga mencatat bahwa bunuh diri bukan hanya isu orang dewasa. Risiko ini dapat muncul pada kelompok usia muda ketika distres psikologis bertemu dengan minimnya dukungan emosional.
"Pada anak, bunuh diri bukan soal kematian, tapi tentang keputusasaan yang tak punya bahasa," tambah Lahargo.

7 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492410/original/035837300_1770173361-Gemini_Generated_Image_3vu5uh3vu5uh3vu5.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4901621/original/081247600_1721956839-fotor-ai-2024072681750.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5493036/original/017857400_1770192325-bgs_mental_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491668/original/073507100_1770103629-1001588945.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4580556/original/092818400_1695101161-robina-weermeijer-z8_-Fmfz06c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4961440/original/032709700_1728222801-fotor-ai-20241006205048.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489272/original/039776700_1769836120-nipah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487816/original/028391400_1769678219-kelelawar_buah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488195/original/057422900_1769740878-Kelelawar_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5239018/original/038324600_1748788041-smiling-woman-eats-salad-white-kitchen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1044534/original/035641200_1446701870-tempe-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222370/original/032984500_1747391751-Ibu_muda_dan_anak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5264371/original/050620800_1750846189-sports-girl-black-top-training-autumn-park.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491516/original/089285900_1770098507-WhatsApp_Image_2026-01-29_at_6.10.13_PM__3_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4561340/original/050427400_1693711631-20230903-CFD-Herman-4.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Kebiasaan Merokok di Indonesia dan Negara ASEAN Lainnya](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/C_Uu_o0NS5jWxu-v9hvwbuSPqTk=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456537/original/068575700_1766901692-WhatsApp_Image_2025-12-28_at_10.08.30_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491691/original/008419800_1770103991-piprim_yanuarsi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5393079/original/037107700_1761541197-Real_Madrid_s_Kylian_Mbappe__left__fights_for_the_ball_with_Barcelona_s_Ronald_Araujo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5444452/original/057575400_1765779473-IMG-20251215-WA0021.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436298/original/076043900_1765168151-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434900/original/054855300_1764995701-dr._sri_eliyani_SpDVE__elia_skin_care_clinic_.png)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4648323/original/013706700_1699957319-Screenshot_2023-11-14_165748.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442079/original/028336100_1765526270-WhatsApp_Image_2025-12-07_at_14.28.16.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404979/original/049985200_1762420817-IMG-20251106-WA0019.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442114/original/016339100_1765528069-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5441214/original/042739400_1765459543-20251211_101707.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4771906/original/063595200_1710390647-red-peppers-plate-flat-lay-white-textile-wall.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5444958/original/042244800_1765793810-polo_air.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4732017/original/005456000_1706775183-000_347D8B7.jpg)
English (US) ·