1 dari 7 Anak Indonesia Miliki Kadar Timbal Darah Tinggi, Ancaman Turunnya IQ dan Masa Depan

1 week ago 11
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
  • Apa itu Surveilans Kadar Timbal Darah (SKTD)?
  • Berapa banyak anak Indonesia yang memiliki kadar timbal darah tinggi?
  • Apa saja sumber utama paparan timbal yang teridentifikasi di lingkungan rumah?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Hasil Surveilans Kadar Timbal Darah (SKTD) menunjukkan bahwa satu dari tujuh anak di Indonesia memiliki kadar timbal darah yang tinggi dan memerlukan penanganan lebih lanjut.

Paparan timbal diketahui berdampak serius terhadap kesehatan, terutama pada anak-anak. Kadar timbal yang tinggi dapat mengganggu tumbuh kembang, menurunkan kecerdasan atau IQ, serta memicu berbagai masalah kesehatan jangka panjang lainnya.

Ironisnya, paparan timbal kerap tidak menimbulkan gejala klinis yang jelas. Karena bersifat kronis dan dapat menyebabkan dampak permanen, kondisi ini sering luput dari perhatian. Oleh sebab itu, deteksi dini dan identifikasi sumber paparan timbal menjadi langkah krusial untuk melindungi kesehatan anak.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Then Suyanti, yang mewakili Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, menjelaskan, SKTD memberikan gambaran awal mengenai besarnya masalah paparan timbal pada anak di Indonesia.

Melalui surveilans ini, pemerintah dapat mengidentifikasi faktor risiko utama yang perlu ditangani melalui berbagai pendekatan, mulai dari intervensi klinis, perbaikan lingkungan, hingga kebijakan publik.

"Data prevalensi kadar timbal darah dan potensi sumber utama paparan timbal sangat penting sebagai dasar perumusan kebijakan yang tepat sasaran. Tanpa data, upaya pencegahan akan sulit diukur dan dievaluasi," kata Then Suyanti dalam diseminasi hasil SKTD di Jakarta Selatan pada Rabu, 21 Januari 2026.

Dia, menambahkan, Kementerian Kesehatan telah memiliki Pedoman Nasional Tata Laksana Klinis, Komunitas, dan Lingkungan Akibat Pajanan Timbal.

SKTD Tahap Pertama

Pedoman ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi fasilitas pelayanan kesehatan dalam mengambil langkah intervensi yang tepat, baik pada individu maupun di tingkat komunitas.

Dengan adanya data dan pedoman yang jelas, pemerintah menargetkan penanganan paparan timbal dapat dilakukan secara lebih terarah untuk mencegah dampak jangka panjang pada generasi mendatang.

SKTD Tahap Pertama dilaksanakan di sepanjang Mei hingga November 2025 di enam provinsi dengan melibatkan 1.617 anak usia 12 s.d 59 bulan.

Kegiatan mencakup pelatihan kader dan tenaga kesehatan, pemeriksaan kadar timbal darah anak, pengumpulan sampel dan pengujian kadar timbal pada produk rumah tangga dan di lingkungan rumah, serta sosialisasi hasil dan konseling kepada orang tua atau wali.

Surveilans ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait baik di tingkat nasional, daerah, dan hingga komunitas.

Kepala Organisasi Riset dan Kesehatan - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. drh. Ni Luh Putu Indi Darmayanti, mengatakan, melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait, SKTD dilaksanakan dengan metodologi penelitian yang ketat mulai dari perencanaan desain studi dan pemilihan sampel hingga pengumpulan dan analisis data.

"Semua ini untuk memastikan data yang dihasilkan dapat menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan berbasis bukti ilmiah," ujar Ni Luh.

Anak yang Tinggal di Rumah dengan Cat Terkelupas Lebih Berisiko

Hasil SKTD menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 7 anak Indonesia memiliki kadar timbal darah di atas 5 mikrogram/desiliter (µg/dL), yaitu ambang batas yang ditetapkan Kementerian Kesehatan dan WHO untuk intervensi klinis dan lingkungan.

Temuan juga menunjukkan bahwa anak yang tinggal di rumah dengan cat terkelupas berisiko 61 persen lebih tinggi mem...

Read Entire Article