Tim ilmuwan China temukan mutasi penting pada virus Ebola

1 week ago 8
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Guangzhou (ANTARA) - Para peneliti China sukses mengungkap mutasi penting pada virus Ebola yang secara signifikan meningkatkan daya infeksinya dalam wabah besar, memberikan wawasan baru bagi pengawasan epidemi serta pengembangan obat.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cell ini dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Profesor Qian Jun dari Universitas Sun Yat-sen, bekerja sama dengan tim peneliti dari Rumah Sakit Rakyat Kedelapan Guangzhou di bawah naungan Universitas Kedokteran Guangzhou, yang keduanya berlokasi di China selatan, Rumah Sakit Pertama Universitas Jilin di China timur laut, serta tim lain dari Universitas Sun Yat-sen, demikian disampaikan tim peneliti kepada Xinhua pada Senin (26/1).

"Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam wabah besar penyakit menular baru, pengawasan genomik secara waktu nyata (real-time) dan analisis evolusi patogen merupakan hal yang krusial," kata Qian.

Menurut dia, hal itu tidak hanya dapat memberikan peringatan tentang perubahan risiko penularan, tetapi juga untuk menilai secara prospektif efektivitas obat-obatan dan vaksin yang ada, memandu kita untuk menyesuaikan strategi pengendalian secara preventif.

Penelitian tersebut berfokus pada wabah penyakit virus Ebola (Ebola viral disease/EVD) di Republik Demokratik (RD) Kongo pada 2018 hingga 2020, yang merupakan wabah terbesar kedua dalam sejarah dan menyebabkan lebih dari 3.000 kasus infeksi serta lebih dari 2.000 kematian.

Pertanyaan utama yang mendorong penelitian ini adalah apakah, selain dampak tantangan layanan kesehatan setempat, evolusi virus itu sendiri turut berkontribusi terhadap lamanya durasi wabah tersebut.

"Kami telah lama mengetahui bahwa mutasi virus yang penting kerap menjadi pendorong tak terlihat yang mempercepat penularan dalam wabah besar. Setelah meneliti Ebola selama lebih dari satu dekade, kami perlu menyelidiki apakah pola mutasi serupa juga terjadi pada virus ini," ujar Qian.

Pada 2022, tim peneliti menganalisis 480 genom lengkap virus Ebola dan menemukan bahwa sebuah varian yang membawa mutasi spesifik pada glikoprotein virus, yang diberi nama GP-V75A, telah muncul pada tahap awal epidemi di RD Kongo.

Menurut tim peneliti, varian itu dengan cepat menggantikan galur asli, dan peningkatan prevalensinya sangat selaras dengan lonjakan jumlah kasus, yang mengindikasikan adanya keunggulan dalam penularan.

Eksperimen selanjutnya yang menggunakan berbagai model mengonfirmasi dampak biologis dari mutasi tersebut. Hasilnya menunjukkan GP-V75A secara signifikan meningkatkan kemampuan virus untuk menginfeksi berbagai jenis sel inang serta tikus.

Selain itu, penelitian ini mengungkap potensi masalah klinis, khususnya bahwa mutasi GP-V75A telah mengurangi efektivitas antivirus dari beberapa antibodi terapeutik yang ada dan inhibitor masuk molekul kecil, yang menunjukkan adanya kemungkinan risiko resistensi obat.

"Temuan-temuan ini menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan terhadap genom virus saat wabah berlangsung untuk mengantisipasi ancaman evolusi serta memberikan informasi tentang pengembangan langkah-langkah penanggulangan berspektrum luas," kata tim peneliti.

Makalah berjudul "Karakterisasi Molekuler Substitusi Glikoprotein V75A Virus Ebola pada Epidemi 2018-2020 (Molecular Characterization of Ebola Virus Glycoprotein V75A Substitution in the 2018-2020 Epidemic)" ini tersedia secara daring.

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article