Thomas usul sinergi fiskal--moneter baru, bukan lagi "burden sharing"

1 week ago 12
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta (ANTARA) - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Thomas Djiwandono mengaku ingin memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter pada level likuiditas dan suku bunga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Menurutnya, inisiatif yang ia cetuskan ini berbeda dibandingkan yang sudah dilakukan sebelumnya oleh kedua otoritas, yaitu pembagian beban (burden sharing) pada masa pandemi COVID-19.

“Hal yang saya ingin cetuskan adalah sinergi fiskal-moneter, khususnya di level likuiditas dan suku bunga. Ini fundamentally berbeda dengan apa yang dilakukan saat pandemi,” kata Thomas setelah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon deputi gubernur BI di Jakarta, Senin.

Saat ini, ujar dia, Indonesia tengah berupaya mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, diperlukan sinergi fiskal-moneter yang sedikit berbeda dibandingkan masa pandemi.

Mengutip Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), Thomas menyampaikan bahwa tugas pengelolaan likuiditas oleh bank sentral tidak hanya terkait dengan kebijakan moneter tetapi juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Ia mengamini bahwa kebijakan moneter BI selama ini sangat akomodatif, ditandai dengan penurunan suku bunga (BI-Rate) yang signifikan yakni 6,25 persen pada 2024 menjadi 4,75 persen saat ini. Namun, masih terjadi time lag transmisi penurunan BI-Rate.

Untuk penurunan 1 persen BI-Rate, Thomas mencatat bahwa bunga kredit modal kerja turun 0,27 persen dalam 6 bulan dan paling banyak 0,59 persen dalam 3 tahun.

“Artinya, transmisi dampak kebijakan membutuhkan waktu lama dan tidak sepenuhnya dapat ditransmisikan. Karena itu saya merasa perlu sinergi kebijakan dengan fiskal dan otoritas keuangan,” kata dia.

Thomas memandang, sinergi fiskal dan moneter sebenarnya sudah terbangun dengan baik selama ini. Namun, sinergi ini bisa semakin diperkuat terutama melalui forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

“Jadi, sinergi ini penting dalam menghadapi risiko. Kalau kita melihat kilas ke belakang di masa COVID-19, di situ ada burden sharing yang sangat membantu kita dan di mana Kemenkeu juga melakukan ekspansi fiskalnya. Tapi saat ini ada program-program pemerintah yang didukung oleh semua lembaga yang masuk dalam KSSK,” kata Thomas.

Baca juga: Profil Thomas Djiwandono, Wamenkeu yang kini jadi Deputi Gubernur BI

Baca juga: Komisi XI DPR RI setujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI

Baca juga: Dasco tegaskan Thomas Djiwandono sudah bukan anggota Gerindra

Dalam sesi tanya jawab, Thomas mengaku menyadari atas berkembangnya sentimen yang berkaitan dengan dirinya dalam proses pencalonan deputi gubernur BI.

Ia mengatakan bahwa tidak ada cara lain untuk meredam sentimen negatif dengan membuktikan kerja nyata yang akan dilakukan saat menduduki jabatan di jajaran Dewan Gubernur BI.

“Memang latar belakang saya beraneka ragam, menurut saya itu aset saya. Saya banyak berkecimpung di swasta. Jadi saya mengerti betul pasar, dan sentimen pasar itu harus dibuktikan melalui fakta. Pembuktian saya akan saya lakukan melalui fakta bahwa saya akan bekerja sekuat tenaga seperti yang saya lakukan di Kemenkeu,” kata Thomas.

Ia juga mengonfirmasi, dirinya telah mundur dari jabatannya sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra sejak Maret 2025. Pengunduran dari jabatan di parpol ini berkaitan dengan tugasnya di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Waktu itu masih di Kemenkeu, saya minta izin untuk tidak menjadi Bendahara Umum karena juga sudah 17 tahun, jadi perlu ada regenerasi,” jelas Thomas.

Ia menambahkan, dirinya juga sudah tidak menjadi anggota Partai Gerindra per 31 Desember 2025. Menurutnya, pengunduran total dari keanggotaan partai merupakan komitmen dan profesionalisme terhadap proses pencalonan deputi gubernur BI.

“Ini adalah komitmen saya terhadap, pertama, independensi Bank Indonesia, tapi yang kedua juga adalah rasa profesionalisme saya,” kata Thomas.

Sebagai informasi, Thomas Djiwandono menjadi kandidat terakhir yang menjalani uji kelayakan dan kepatutan calon deputi gubernur BI untuk menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri dari jabatannya pada 13 Januari 2026.

Usai uji kelayakan berakhir, Komisi XI DPR RI langsung mengadakan Rapat Internal dan kemudian memilih Thomas untuk diangkat sebagai Deputi Gubernur BI, menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri dari jabatannya pada 13 Januari 2026.

Keputusan Komisi XI ini akan dibawa ke dalam Rapat Paripurna pada Selasa (27/1) untuk diberikan persetujuan oleh pimpinan DPR RI.

Baca juga: Prasetyo: Thomas Djiwandono mundur dari Gerindra terkait BI

Baca juga: Komisi XI uji kelayakan calon deputi gubernur BI 23 dan 26 Januari

Baca juga: Purbaya tepis kekhawatiran intervensi Thomas terhadap independensi BI

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article